Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wali Kota Jogja Janji Kawal Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha hingga Tuntas
Advertisement . Scroll to see content

Merasa Diejek, Pria di Sleman Aniaya Bocah hingga Gegar Otak

Senin, 27 Juli 2020 - 12:25:00 WIB
Merasa Diejek, Pria di Sleman Aniaya Bocah hingga Gegar Otak
Ilustrasi penganiayaan
Advertisement . Scroll to see content

Nahas, A tertangkap, sementara dua bocah lainnya kabur dan bersembunyi. Dengan tangan kosong, Sumadiyono lantas menginjak kaki korban dan menjambak rambutnya. Kepala korban juga dibenturkan beberapa kali ke tembok.

Usai melancarkan aksinya, dia meminta A segera pulang. Namun, setelah beberapa saat, Sumadiyono menyusul ke rumah korban dan marah-marah kepada ibu korban, TS (32)

Tak paham buntut permasalahannya, TS memaksa anaknya bercerita dan akhirnya A mengaku kepalanya sakit karena telah dianiaya pelaku. Dia pun langsung melarikan korban ke rumah sakit.

Dari diagnosis petugas medis, A mengalami patah tulang pada punggung kaki kanan dan ada pendarahan pada otak. Dia juga mengalami trauma secara psikis. Meski seharusnya masih dirawat di rumah sakit, saat ini A menjalani rawat jalan karena pandemi Covid-19.

Meski diketahui tinggal di Mayangan, pelaku sebenarnya tercatat sebagai warga Dusun Blunyah Gede, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman.
"Korban merupakan tetangga pelaku tapi beda RT," kata Tito.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut