Nahas, A tertangkap, sementara dua bocah lainnya kabur dan bersembunyi. Dengan tangan kosong, Sumadiyono lantas menginjak kaki korban dan menjambak rambutnya. Kepala korban juga dibenturkan beberapa kali ke tembok.
Warga Lokal Masih Dominasi Kunjungan Wisata di Bantul
Usai melancarkan aksinya, dia meminta A segera pulang. Namun, setelah beberapa saat, Sumadiyono menyusul ke rumah korban dan marah-marah kepada ibu korban, TS (32)
Tak paham buntut permasalahannya, TS memaksa anaknya bercerita dan akhirnya A mengaku kepalanya sakit karena telah dianiaya pelaku. Dia pun langsung melarikan korban ke rumah sakit.
Dari diagnosis petugas medis, A mengalami patah tulang pada punggung kaki kanan dan ada pendarahan pada otak. Dia juga mengalami trauma secara psikis. Meski seharusnya masih dirawat di rumah sakit, saat ini A menjalani rawat jalan karena pandemi Covid-19.
Meski diketahui tinggal di Mayangan, pelaku sebenarnya tercatat sebagai warga Dusun Blunyah Gede, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman.
"Korban merupakan tetangga pelaku tapi beda RT," kata Tito.