Kisah Kiai Bondoyudo, Keris Pusaka Pangeran Diponegoro yang Menggetarkan Kolonial Belanda
Budayawan Linus Suryadi AG dalam buku Regol Megal Megol Fenomena Kosmogoni Jawa, menuliskan silsilah empu zaman Majapahit dengan menempatkan Mpu Supodriyo pada posisi teratas (tertua).
Mpu Supodriyo memiliki anak bernama Mpu Jokosupo atau Pengeran Sedayu. Pada periode akhir Kerajaan Majapahit, Mpu Jokosupo dikenal sebagai empunya empu.
“Dan Mpu Guno Sasmito merupakan keturunan yang ke-13,” kata Gus Barok.
Pada masa Pakubuwono VI, Mpu Guno Sasmito kesohor sebagai empu kraton. Pakubowono VI berafiliasi dengan Pangeran Diponegoro. Dia secara khusus meminta Mpu Guno mengawal persenjataan yang dibutuhkan Diponegoro, terutama keris pusaka dan senjata lain, seperti seking (tombak kecil) serta patrem (keris kecil).
Keris tangguh Mageti buatan Mpu Guno memiliki ciri adanya lafal dzikir tarekat syattariyah. Lafal tersebut terutama dipahat pada “Pesi”, yakni bagian terbawah keris yang tertutup gagang. Logam keris Mageti juga dikenal bagus, yakni berasal perpaduan besi dan baja yang padat.