Ketum PPP: Saya Berharap Mba Neno Bertobat dan Beragamalah yang Sejuk
“Umat Islam mayoritas itu kan ada di pasangan capres-cawapres 01, jadi kalau dia mengatakan tidak ada yang menyembah memangnya yang di 01 itu kafir semua,” katatanya mempertanyakan.
Menurut dia, melalui puisi itu Neno seolah telah mendahului ketentuan Tuhan dengan menghakimi keagamaan seseorang dengan menyiratkan seolah-olah pada pihak pasangan capres-cawapres 01 tidak ada yang beragama. Padahal keagamaan seseorang, lanjut Rommy, baru akan dinilai oleh Tuhan pada saat Hari Kiamat.
“Saya hanya mengingatkan kepada Mbak Neno Warisman janganlah beragama dengan cara yang demikian karena beragama dengan cara yang demikian menunjukkan awal dari kesesatan. Awal dari kesesatan itu adalah manakala dirinya merasa yang paling benar,” ujar dia.
Puisi Neno yang kontroversial pada penggalan berikut: Namun, kami mohon jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak, cucu kami dan jangan, jangan kau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika engkau tidak menangkan kami, (kami) khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu.
“Jadi jangan diputarhaluankan umat ini dengan sebuah penyesatan-penyesatan yang tidak perlu. Mari kita meluruskan pemilih kita dengan persepsi politik yang benar yang berbasiskan kepada fakta,” tutur Rommy.
Editor: Maria Christina