Kerap Dapat Teror, Mahasiswa Papua Sebut Yogya Sudah Tidak Nyaman
Kasus ini bisa dilihat dari kasus penculikan dna pembunuhan mahasiwa Papua Jessica Elisabeth yang ditemukan tewas tergeletak di pinggir rel kerata di timur kampus STPD APMD, Yogyakarta. Belum lagi kasus pemukulan yang menimpan Phaulus Patege yang mengakibatkan meregang nyawa.
Belakangan ada lagi kasus penusukan di sekitar Selokan Mataram, Seturan, Sleman, penodongan dengan senjata tajam di asrama mahasiswa hinga perampasan sepeda motor di ringroad utara. Terbaru pada 21 September lalu Rolando Nauw juga menjadi korban pembacokan pada 29 Septem,ber lalu di Timoho. "Kami merasa DIY tidak nyaman lagi bagi mahasiswa Papua," ujar Aris.
Karena itu, pelajar dan mahasiswa Papua menuntut pengusutan dan penuntasan kasus kekerasan yang menimpa mahasiswa Papua di DIY. Para mahasiswa juga minta jaminan kenyamanan di Yogyakarta. "Berantas premanisme, dan berikan ruang kebebasan bagi mahasiswa Papua," tandas Aris.
Para peserta aksi sedianya minta bertemu dengan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono (HB). Namun karena padatnya ketugasan yang ada, Sultan tidak bisa menemui mereka.
Editor: Kastolani Marzuki