Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK
Advertisement . Scroll to see content

Kerap Dapat Teror, Mahasiswa Papua Sebut Yogya Sudah Tidak Nyaman

Kamis, 04 Oktober 2018 - 21:38:00 WIB
Kerap Dapat Teror, Mahasiswa Papua Sebut Yogya Sudah Tidak Nyaman
Presiden Mahasiswa Papua, Aris Yeimo saat berorasi di depan Kantor Gubernur DIY meminta jaminan keamanan belajar di Kota Yogyakarta. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id - Puluhan pelajar dan mahasiswa asal Provinsi Papua mendatangi Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/10/2018). Mereka menuntut jaminan rasa kenyamanan mahasiswa untuk belajar di Kota Yogyakarta dan sekitarnya menyusul banyaknya aksi kekerasan yang menimpa mahasiswa asal Papua.

Puluhan mahasiswa ini datang ke Kantor Gubernur di Kepatihan, Yogyakarta dengan mengendarai sepeda motor dari Asrama Papua di Jalan Kusumanegara, Kota Yogyakarta. Tiba di komplek Kepatihan mereka tidak diperkenankan masuk dan akhirnya melakukan orasi di depan pintu gerbang Kepatihan untuk menyuarakan tuntutannya.

Presiden Mahasiswa Papua, Aris Yeimo mengatakan, kedatangan mahasiswa dan pelajar ke Yogyakarta hanya untuk belajar dan kuliah. Kondisi ini tidak lepas dengan julukan Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan yang juga Kota Pelajar dengan slogan Yogyakarta berhati nyaman.

Namun, predikat tersebut kini seolah tidak berlaku bagi mahasiswa asal Papua. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya teror, intimidasi, pengeroyokan, penikaman hingga pembacokan yang menimpa mahasiswa Papua yang ada di Yogyakarta. "Sudah ada mahasiswa yang nyawanya melayang, tetapi tidak bisa diusut oleh kepolisian," ujarnya.

Dalam kurun waktu 10 tahun, kata dia, sudah ada puluhan mahasiswa yang menjadi korban. Pihak kepolisian tidak mampu menyelesaikan dan terkesan ada aksi pembiaran sehingga aksi kekerasan terus menimpa mahasiswa papua.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut