Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemotor Asal Mojokerto Tewas di Pinggir Jalan Kulonprogo, Diduga Korban Kecelakaan
Advertisement . Scroll to see content

Kemenag Kulonprogo Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Jangan Terprovokasi

Rabu, 03 Januari 2018 - 12:21:00 WIB
Kemenag Kulonprogo Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Jangan Terprovokasi
Masjid Al-Iman di Dusun Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, DIY, yang menjadi lokasi ditemukannya Alquran terbakar. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo mengajak masyarakat berpikiran cerdas dan tidak mudah terprovokasi atas peristiwa pembakaran Alquran di Masjid Al Iman, Dusun Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, DI Yogyakarta.

“Masalah ini sudah ditangani polisi. Jangan terprovokasi. Mari kita jaga kerukunan,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Nurudin.

Dia mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Namun dia mengingatkan, masyarakat harus tetap menjaga kerukunan umat. Harus memastikan cek dan ricek ada tidaknya unsur kesengajaan dalam kejadian itu. Apalagi informasi dari polisi dan saksi, ada indikasi pelaku perempuan yang mengalami gangguan kejiwaan. “Kejadian ini harus diambil hikmahnya,” tuturnya.


Nurudin mengatakan, sebagian masjid memang tidak menyimpan Alquran dalam lemari atau rak yang tertutup. “Masjid-masjid memang jarang meletakan Alquran dalam lemari yang dikunci,” katanya.

Dia menegaskan agar kepolisian secepatnya bisa mengungkap pelaku pembakaran 25 Alquran itu. Jika nantinya pelaku benar memiliki gangguan mental, maka harus dilakukan tes kejiwaan. Begitu pun jika pelaku orang normal, harus diproses sesuai aturan hukum, dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut