Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel
Advertisement . Scroll to see content

Kekerasan di Papua Tinggi, Peneliti UGM: Masyarakatnya Ingin Hidup Damai

Senin, 30 November 2020 - 21:40:00 WIB
Kekerasan di Papua Tinggi, Peneliti UGM: Masyarakatnya Ingin Hidup Damai
Peneliti Gugus Tugas Papua UGM berfoto dengan masyarakat Papua. (foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Gugus tugas, kata Gabrielle telah memetakan peta kasus kekerasan di Papua. Kasus kekerasan yang ada tidak hanya secara vertikal tetapi juga horizontal. Sedangkan konfliknya sudah multidimensi.

“Kasus kekerasan banyak terjadi di pegunungan Papua, dengan kasus tertinggi di Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, dan Nduga,” katanya.

Hasil riset UGM menunjukkan 64 persen motif kekerasan terkait gerakan separatis. Selain itu ada motif politik sekitar 11 persen, balas dendam 10 persen, pemerkosaan dan ekonomi masing-masing dua persen.

sebenarnya sudah melakukan upaya pendekatan untuk menyelesaikan kasus yang ada. Mulai dari menjawab kebutuhan masyarakat agar bisa berubah, kesehatan, pendidikan hingga perbaikan ekonomi. Sedangkan Pendekatan keamanan secara tradisional seperti mengerahkan pasukan tak lagi jadi pilihan.

“Namu, cara itu belum bisa diterima KKB. Mereka perlu didekati secara kultural dan dialog. Pemerintah perlu merangkul tokoh agama dan masyarakat,” kata pengajar Fisipol UGM ini.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut