Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Hiposmia Jadi Gejala Baru Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan UGM

Kamis, 22 Desember 2022 - 17:52:00 WIB
Hiposmia Jadi Gejala Baru Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan UGM
Hiposmia jadi gejala baru Covid-19 yang harus diwaspadai pasien. (Foto ilustrasi/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

SLEMAN, iNews.id - PandemiCovid-19 masih belum berakhir karena kasus masih ada. Salah satu gejala adalah munculnya hiposmia atau menurunnya kemampuan mencium bau. 

Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tengorokan (THT)  Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Anton Sony Wibowo mengatakan, hiposmia merupakan salah satu gejala penurunan kemampuan membau pada pasien. Mereka mengeluhkan benda yang harusnya tercium sangat kuat hanya samar-samar, atau tidak jelas jenis baunya. Ada anggapan bau dari beberapa benda sama. 

“Pasien ini masih bisa membau amis atau manis, tetapi intensitas baunya ini berkurang,” kata dia, Kamis (22/12/2022).

Saat masa pandemi Covid-19 lalu, gejala ini banyak muncul dan dirasakan pasien. Bahkan di luar negeri 60 persen pasien mengeluhkan penurunan kemampuan membau.  Sedangkan dari penelitian di RSA UGM, jumlahnya mencapai 50 persen. 
 
Hiposmia sebenarnya gejala yang tidak hanya muncul karena infeksi Covid-19 saja. Gejala ini dapat terjadi akibat infeksi hidung dan sinus, hipertrofi nasal turbinate, maupun infeksi virus lainnya. Bahkan juga disebabkan juga dari cidera keala. 

“Pengobatan hiposmia menggunakan virus sendiri, ditambah terapi suportif lain seperti multivitamin,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut