Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger! Kakek 83 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka Dekat Waduk Sermo Kulonprogo
Advertisement . Scroll to see content

Golong Gilig, Jurus BPIP-Kemendagri Bumikan Pancasila di Yogyakarta

Rabu, 18 November 2020 - 14:57:00 WIB
Golong Gilig, Jurus BPIP-Kemendagri Bumikan Pancasila di Yogyakarta
BPIP bersama sejumlah elemen masyarakat menyepakati 'Golong Gilig' sebagai nama kelompok Panca Mandala di Provinsi DIY, Selasa (17/11/2020). (Foto: BPIP).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama sejumlah elemen masyarakat menyepakati 'Golong Gilig' sebagai nama kelompok Panca Mandala di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (17/11/2020). Keputusan nama tersebut disepakati usai melakukan Diskusi Kelompok Terpumpun dalam pembentukan Panca Mandala di Kota Pelajar.

"Nama forum sudah disepakati dengan nama 'Golong Gilig' Pancasila. Nama ini agak berbeda dengan penamaan forum di Banten. Secara literik "Golong Gilig" itu menggambarkan persatuan. Ini bahasa Sansekerta," kata Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Lia Kian.

Panca Mandala Yogyakarta dengan nama 'Golong Gilig' dideklarasikan Rabu (18/11/2020). Konsep program yang diusung BPIP bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini bakal menggandeng lima elemen, yakni pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, serta organisasi kemasyarakatan untuk bekerja sama menyosialisasikan Pancasila di seluruh daerah-daerah yang menjadi target BPIP dan Kemendagri.

Kemendagri sebelumnya sudah memiliki forum bernama 'Empat Forum Komunikasi' yang punya gerakan mirip seperti Panca Mandala. Hanya, forum tersebut dinilai kurang menyentuh lebih jauh beberapa lapisan di masyarakat.

"Kalau dikaitkan dengan Kemendagri itu ada empat forum komunikasi tetapi belum merepresentasikan lima stakeholder ini. Maka dengan forum Panca Mandala di Yogyakarta yang bernama Golong Gilig ini, tentu merepresentasikan lima unsur: pemerintah, pengusaha, akademisi, media, dan organisasi masyarakat," tutur Kian.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut