Dramatis, Begini Aksi Warga Pertahankan Rumah saat Dibongkar Petugas
Begitu sampai Sumiyo langsung diamankan oleh petugas. Namun warga penolak meminta agar Miyo diserahkan kepada mereka. "Ini sangat dramatis, alhamdullilah bisa turun," ucap Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution.
Menurut Kapolres, untuk mengamankan pengosongan lahan bandara Polres Kulonprogo menerjunkan sekitar 700 personel gabungan dari TNI Polri dan Satpol PP. Mereka juga dibantu relawan yang bertugas membantu mengemasi barang-barang milik warga. "Wajar ada sedikit panas dan gesekan, tapi semuanya tetap kondusif," kata Anggara.
Kapolres menuturkan, petugas keamanan menghalau dua aktivis yang menggangu proses land clearing agar menjauh dan tidak menghalangi pekerjaan.
Pada hari kedua ini, upaya warga yang menolak pengosongan rumah cenderung lebih landai. Warga sudah tidak mampu lagi berbuat banyak untuk mempertahankan rumah. Bahkan ada sebagian yang sudah siap dan mengemasi barang-barang untuk dipindah.
Bahkan ada yang minta agar kusen pintu dan jendela serta genteng untuk dilepas terlebih dulu. "Kita penuhi warga yang minta kusen dan genteng. Malah juga kita antar ke tujuan," kata Project Manager Pembangunan NYIA, Sujiastono.
Warga lainnya, Fajar Ahmadi mengaku belum tahu akan tinggal di mana. Dia dan warga lainnya menolak rumah kontrakan yang disiapkan oleh Angkasa Pura. "Tidak tahu nanti di mana (tinggal). Ini adalah tanah kami. Kami ada sertifikat," tandasnya.
Editor: Kastolani Marzuki