Derita Sopir Taksi Konvensional di Yogya setelah Digerus Taksi Online
YOGYAKARTA, iNews.id – Perkembangan teknologi dalam dunia transportasi telah menggusur keberadaan taksi konvensional di Indonesia, tak terkecuali di Kota Yogyakarta.
Banyak sopir taksi konvensional yang kini banting kemudi karena tidak mampu bertahan dengan gempuran taksi online. Gejolak itu mulai dirasakan sejak 2016 lalu, saat taksi online mulai masuk.
Sopir taksi konvensional, Waluyo mengaku sudah 12 tahun menjadi sopir taksi. Sebelum diserbu taksi online, dia selalu setor maksimal Rp300.000 per hari. Dia pun masih bisa membawa pulang uang ke rumah minimal Rp250.000 per hari.
Namun sejak ada taksi online, Waluyo hanya bisa setor Rp125.000. Itu pun pendapatan yang dibawa pulang paling banyak hanya Rp100.000.
“Belum lagi biaya perawatan dan perbaikan yang lain. Sekarang sulit setorn full, pendapatan sangat minim,” kata Daryanto dalam sharing Pengemudi Taksi Online di Yoyakarta, Senin (21/1/2019).