Dana Tali Asih Pakualam Ground Proyek Bandara NYIA Diduga Disunat
Kompensasi ini berupa penggantian atas bangunan, tanaman ataupun sarana pendukung lainnya (SPL) yang ada di lkahan PAG. Sedangkan hak tanah berada di Pakualaman, warga hanya dijanjikan akan diberikan tali kasih.
Namun dalam proses pencairan warga merasakan adanya kejanggalan yang terkesan potongan dana. Warga mengaku tidak tahu siapa pihak yang memotong dana tali asih itu.
Awalnya warga mendapatkan sosialisais terkait besaran kompensasi yang diterima atas aset yang ada di atas lahan PAG tersebut. Bahkan besaran yang akan diterima juga diprint dan ditempelkan di dinding balai desa. Namun saat pencairan dana yang diterima tidak sama besarnya dengan yang diterima. "Dari data yang ditemnpel punya saya kurang Rp5 juta," kata Eprianto.
Dia mengaku sempat protes dan menanyakan kasus ini ke desa terkait dengan besaran potongan. Namun, pihak desa berdalih tidak tahu permasalahan tersebut. Dia pun menanyakan ke Help Desk PT Angkasa Pura I dalam pembangunan bandara NYIA. Namun lagi-lagi tidak ada penjelasan. "Yang dipinggir jalan katanya pohon itu pagar. Tetapi punya saya di tengah juga ikut kena potongan," ucapnya.
Warga lainnya, Sigit mengatakan, kompensasi yang diterima juga tidak sama dengan jumlah yang tertera dalam kertas yang ditempel. Sesuai dengan nominal pada kertas pengumuman dia mendapatkan Rp319 juta. Namun yang ditransfer ke rekening kurang Rp10 juta. "Saya tanya ke Angkasa Pura sudah dibayarkan semuanya," ujarnya.
Sigit juga pernah mendapatkan janji akan adanya pengembalian dana Rp10 juta dari desa. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan dana akan dikembalikan. "Yang ditransfer itu nilainya beda dengan yang ditempel," ujarnya.
Editor: Kastolani Marzuki