Dana Air Habis, BPBD Gunungkidul Ajukan Status Darurat Kekeringan
BPBD juga sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Gunung Kidul dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) agar dana tidak terduga dapat turun sebab saat ini anggaran pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk truk tangki air sudah habis. "Hari ini (1/11) kami dapat melakukan dropping air hingga Senin (5/11) karena ada bantuan dari PLN," katanya.
Dia mengatakan, dana untuk penyaluran air bersih ke setiap kecamatan secara umum sudah habis. Bahkan, kali ini pihaknya juga telah menerima pengajuan baru, seperti Kecamatan Patuk dan Semin.
"Kecamatan Patuk belum pernah mengajukan dropping karena sudah ada tangki air, tetapi kali ini mengajukan karena dana dropping air sudah habis. Dan rata-rata dana dropping air di kecamatan sudah habis,” katanya.
Sementara itu, Caleg DPR dari Partai Perindo Dapil V DIY, Fransiska A Kumur mendistribusikan air bersih gratis kepada warga Dusun Tetik, Desa Ngloro, Kecamatan Sapotasi, Gunungkidul, Kamis (1/11/2018).
Bantuan air bersih tersebut merupakan kali kedua dilakukan Fransiska setelah di Dukuh Banaran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, DIY, Kamis (25/10/2018).
Dengan penuh antusias, warga dusun tersebut antre sambil membawa ember dan jeriken kosong untuk diisi air bersih dari truk tangki.
Fransiska mengatakan, pada tahap pertama ini bantuan air bersih yang disistribusikan ke warga sebanyak 10 tangki. “Nantinya untuk beberpa bulan selanjutnya bantuan tersebut akan terus ditambah,” katanya.
Editor: Kastolani Marzuki