Bukan Film Pendek, Penulis Naskah Tilik Awalnya Berniat Buat Dokumenter
A post shared by Humas Pemda DIY (@humasjogja) on
Dia mengacungi jempol atas ketangguhan ibu-ibu di Dlingo. Dari sinilah inspirasi membuat tulisan.
"Di Dlingo, Bantul sudah biasa ibu-ibu naik truk dan pikap. Ini awalnya saya mau buat film dokumenter. Nah di situ ketemuan dengan Agung dan Elen dan diskusi sehingga jadilah film," katanya.
Untuk membuat lokasi syuting, dia bersama tim Ravacana juga mengambil lokasi di Dusun Saradan, Desa, Terong, Dlingo. Tokoh dalam film juga banyak melibatkan warga sekitar.
"Jadi sopir truk juga asli warga Dusun Saradan," ucap pria yang akrab disapa Bacep itu.
Lebih jauh dia menjelaskan, dalam film yang berdurasi sekitar 30 menit ini, dia berusaha menyampaikan pesan bahwa truk yang diibaratkan sebagai Bangsa Indonesia . Adegan di dalam truk merupakan gambaran rakyat Indonesia yang biasa dengan berbagai perbedaan.
"Meski pikiran dan caranya macam-macam namun semua naik truk juga dan inilah Indonesia," ucapnya.
Editor: Nani Suherni