BPS Catat Kemiskinan DIY Capai 11,7 Persen, Terbanyak di Perkotaan
Secara persentase, tingkat kemiskinan di perkotaan juga menunjukkan pola yang sama dengan pergerakan jumlah penduduk miskin secara absolut. Pada Maret 2018, persentase penduduk miskin sebanyak 11,03 persen. Selanjutnya pada September 2018, persentase penduduk miskin di perkotaan turun menjadi 10,73 persen. Kemudian, pada Maret 2019, persentase penduduk miskin menjadi 10,89 persen.
Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah dan persentase kemiskinan di perdesaan menunjukkan trend penurunan yang konsisten. Selama satu tahun terakhir, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dari 154.860 orang pada Maret 2018 menjadi 151.780 orang atau turun 1,99 persen pada September 2018. Pada Maret 2019, jumlahnya kembali turun menjadi 143.810 orang.
“Selama satu tahun terakhir, persentase penduduk miskin perdesaan turun dari 15,12 persen menjadi 13,89 persen,” katanya.
BPS juga mencatat garis kemiskinan DIY pada awal Maret 2019 sebesar Rp423.026 per kapita per bulan. Garis kemiskinan tersebut meningkat 4,13 persen dari kondisi September 2018 yang besarnya Rp 414.899 per kapita per bulan.
Menurut Priyono, komoditi makanan masih mendominasi pembentukan Garis kemiskinan, dibanding komoditas lain dluar makanan. Pada Maret 2019, Garis Kemiskinan Makanan tercatat sebesar Rp310.947 per kapita per bulan dan kontribusinya terhadap Garis Kemiskinan sebesar 71,97 persen. Sementara pada saat yang sama, garis kemiskinan nonmakanan sebesar Rp 121.079 per kapita per bulan dan berkontribusi sebesar 28,03 persen terhadap garis kemiskinan.
Editor: Kastolani Marzuki