Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

BPKP DIY Akan Audit Dana Refocusing Covid-19, DPD Minta Ada Sistem Informasi Terpadu

Rabu, 10 Juni 2020 - 01:03:00 WIB
BPKP DIY Akan Audit Dana Refocusing Covid-19, DPD Minta Ada Sistem Informasi Terpadu
DPD RI menggelar Video coinference terkait penggunaan dana refocusing anggaran Covid-19. Foto : Kuntadi/iNews.id
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DIY akan melakukan audit keuangan terhadap program refocusing anggaran, kaitannya dalam penanganan bencana Covid-19. Hasil monitoring yang ada, sistem pelaporan belum terpadu dan masih tersebar di OPD.

“Kami akan lakukan monitoring dan pendampingan, meski dalam pandemi Covid-19 banyak kendala,” ujar Kepala BPKP Yogyakarta Tulus Waahyono dalam video conference dengan anggota DPD asal Diy Cholid Mahmud, bersama kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bappeda DIY, dan lima kabupaten/kota di DIY, Selasa (9/06/2020).

BPKP telah membentuk tim teknis pengawasan semenjak pada 26 Maret lalu, dengan bekerjasama dengan Inspektorat daerah (Irda). Hanya saja dalam pengawasan belum bisa optimal, karena masih belum melakukan pertemuan langsung. Untuk meminimalisir risiko yang muncul, Inspektorat sudah diminta melakukan upaya antisipasi.

Program refocusing anggaran di DIY, nilainya mencapai Rp900 miliar. Rinciannya, untuk jaring pengaman sosial (JPS) Rp380 miliar, Kesehatan Rp314 miliar, dan ekonomi Rp214 miliar.  “Ini nilainya besar, jadi harus cermat dan terinci,” ujarnya.

Dari pantauan sementara di Pemda DIY dan Kulonprogo, kata Tulus, sistem pelaporan masih belum terpadu. Laporan masih tersebar di setiap OPD, sehingga perlu sistem informasi pelaporan yang menjadi satu.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut