Selanjutnya, di Pasar Pakem Sleman, dari 20 sampel, enam di antaranya mengandung bahan berbahaya. Ada teri nasi, kerupuk, cumi asin dan ikan balur asin yang postif mengandung formalin dan rhodamin B.
Sementara di Pasar Piyungan, dari 18 sampel ada tiga makanan yang mengandung zat berbaya. Di antaranya kerupuk bawang, teris nasi dan kerupuk sermier yang mengandung boraks, formalin dan rhodamin B.
“Khusus di Pasar Bendungan, dari 25 sampel yang diuji, tidak ada satupun yang mengandung zat berbahaya hasilnya negatif,” katanya.
Rustyawati mengatakan, pantauan ini dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang beredar aman dari kandugan berbahaya. Dari total keseluruhan, terjadi penurunan jumlah kasus makanan dan bahan makanan mengandung zat berbahaya.
“Dari 2018 sebanyak 22 persen, kini hanya 16 persen saja,” katanya.
Editor: Umaya Khusniah