Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul
Advertisement . Scroll to see content

Bantul Butuh Peta Mitigasi Bencana, 15 KK Harus Direlokasi

Selasa, 28 Juni 2022 - 19:15:00 WIB
Bantul Butuh Peta Mitigasi Bencana, 15 KK Harus Direlokasi
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo menyebut Bantul butuh peta mitigasi bencana dalam Gladi Posko yang digelar BPBD Bantul, Selasa (29/8/2022). (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id - Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo mengatakan, pemkab harus memiliki petamitigasi bencana sebagai acuan penanganan masyarakat di daerah rawan bencana. Saat ini sedang dilakukan pendekatan dengan Kasultanan Yogyakarta untuk menggunakan tanah Kasultanan (Sultan Ground) guna merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. 

“Pemerintah kabupaten harus mempunyai peta mitigasi bencana, wajib itu," kata Joko pada Gladi Lapang Kesiapsiagaan Terhadap Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Selasa (28/6/2022). 

Peta ini akan menjadi dasar bagi pemeritah dan instansi terkait untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat di daerah rawan. Mereka harus direlokasi ke lokasi yang aman, nyaman sebagai tempat tinggal. 

“Kami sedang melakukan pendekatan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, terkait dengan alokasi lahan Sultan Ground (SG) untuk relokasi warga yang tinggal di daerah rawan bencana,” katanya. 

Joko mengatakan ada beberapa bidang tanah di Karang Tengah, Imogiri yang sudah disampaikan untuk dipakai warga. Lahan itu setidaknya bisa untuk menampung relokasi 15 kepala keluarga dari daerah rawan. 
 
"Kami belum dapat laporan berapa yang direlokasi, tapi kita terus melakukan pendekatan,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut