50 Wastafel di Malioboro Rusak usai Demo Rusuh UU Cipta Kerja
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah massa aksi di Malioboro pada Kamis (8/10/2020) hingga berujung ricuh tidak hanya berdampak kepada rusaknya sejumlah fasilitas publik. Akan tetapi, juga berimbas kepada turunnya kunjungan wisatawan ke ikon wisata Jogja.
"Jika dibandingkan sebelum dan setelah kejadian (unjuk rasa) ada penurunan. Biasanya Sabtu lebih dari 20.000 kemarin kurang dari 20.000, turunnya sekitar 5.000 pengunjung. Saya sudah cek di data aplikasi visiting Jogja," ujar Singgih.
Lebih lanjut, Singgih mengungkapkan jika pada Minggu pekan lalu juga terjadi hal yang sama. Yakni, penurunan jumlah pengunjung di Malioboro dengan jumlah yang hampir sama. Padahal, biasanya Sabtu-Minggu terjadi peningkatan dibanding weekday.
Kondisi pariwisata di DIY, lanjut Singgih, sebelum unjuk rasa yang dilakukan beberapa waktu lalu di Malioboro hingga berujung ricuh sebenarnya sudah mulai menunjukkan angin segar. Artinya, secara perlahan mulai bangkit setelah dipukul telak oleh adanya pandemi Covid-19.
"Dari sisi pariwisata mendorong penerapan protokol kesehatan, kebersihan, keamanan selama ini cukup bagus dampaknya. Kondisi pariwisata di Jogja sebelum demonstrasi berlangsung sudah mulai merangkak untuk bangkit setelah terpukul oleh pandemi Covid-19, dengan cara penerapan protokol kesehatan," katanya.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "50 Wastafel di Malioboro Rusak Gara-gara Demonstrasi UU Ciptaker"
Editor: Nani Suherni