Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Covid-19 di DIY Terus Melonjak, RPCB Syantikara Dijadikan Selter Isoman
Advertisement . Scroll to see content

2 Korban Masih di ICU, RS Panti Rapih Siapkan Dokter Psikiater

Senin, 12 Februari 2018 - 22:38:00 WIB
2 Korban Masih di ICU, RS Panti Rapih Siapkan Dokter Psikiater
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjenguk Romo Pieters yang menjadi korban penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman. (Foto: iNews.id/Heru Trijoko)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id -Dua dari tiga korban penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Jalan Jambon, Kabupaten Sleman, DIY masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit (RS) Panti Rapih Yogyakarta.

Kedua pasien tersebut masing-masing Pastor Karl Edmund Prier atau akrab disapa Romo Prier, serta Yohannes Tri. Meski secara medis kondisi kedua pasien telah membaik, mereka memulihkan diri dari pengaruh obat bius ketika menjalani operasi bedah. Sedang satu korban lainnya, yakni budiyono telah menghuni ruang perawatan biasa.

Selain menderita luka tebasan senjata tajam, ketiga pasien korban penyerangan tersebut juga mengalami trauma. Karena itu, pihak rumah sakit telah menyiapkan tim dokter psikiater. Tak hanya itu, untuk memberikan keluasan para korban untuk beristirahat memulihkan kesehatannya rumah sakit menerapkan larangan berkunjung bagi yang bukan keluarga atau tidak berkepentingan termasuk awak media, bahkan pintu masuk ruang ICU dijaga ketat satpam rumah sakit serta aparat kepolisian.

“Saat ini ketiga pasien yang dirawat, yakni Romo Pier, Yohanes Tri dan Budiyono sudah membaik, dalam tahap pemulihan saja. Kita pantau psikologisnya saja. Penanganan kmrin ditangani gawat darurat, scan, operasi, dibersihkan luka-lukanya dan kemudian dijahit kembali dirapikan,” kata Direktur Utama (Dirut) RS Panti Rapih Yogyakarta, dokter Teddy Janong, Senin (12/2/2018).

Menurut Teddy, pada tahap pemulihan itu, tim dokter lebih fokus memperhatikan aspek psikologis atau kejiwaan ketiga pasien. Teddy menjelaskan sejumlah penanganan yang telah dilakukan sejak pasien berada di ruang instalasi gawat darurat (IGD) pada Minggu (11/2/2018) meliputi scan otak untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah pada otak yang dilanjutkan operasi pembersihan luka akibat sabetan senjata tajam dari pelaku penyerangan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut