Selain itu, Kapolda Sumut juga menyesalkan adanya sejumlah media sosial yang justru menyebar hoaks pascakejadian. Aksi seperti itu sangat merugikan banyak pihak.
“Kepada orang-orang yang suka menyebar berita bohong, berhentilah. Kasihan masyarakat. Jangan jadikan upaya yang selama ini kita lakukan untuk menjaga hal-hal baik di masyarakat, dirusak dengan berita-berita bohong yang merugikan,” ujarnya.
Diketahui, video aksi baku hantam antara seorang oknum polisi dengan sopir ambulans yang sedang membawa pasien di Kota Tebingtinggi, Sumut, Sabtu siang (2/11/2019), viral di media sosial. Insiden itu diduga karena polisi tersebut keberatan mendengar suara sirene ambulans.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi di Jalan KF Tandean, tepatnya di simpang empat Kota Tebingtinggi. Tampak dalam video berdurasi 32 detik itu, oknum polisi hendak mencabut kunci mobil ambulans Rumah Sakit Sri Pamela.
Namun, aksinya digagalkan sopir ambulans. Sopir ambulans tersebut langsung keluar dari mobil sambil mendorong polisi, hingga terjadi baku hantam antara keduanya.
Editor: Maria Christina