Zulpan kembali membunyikan sirene panjang. Tidak jauh dari lokasi itu, dia melihat dua orang polisi yang sedang duduk. Saat itu pula, polisi mengeluhkan suara sirene dari mobil ambulans.
“Dibilang polisinya, bising kali kalian. Saya jawab, saya kan sedang membawa pasien. Dia bilang, yah kenapa rupanya kalau bawa pasien, dari atas kalian jalan,” kata Zulpan menirukan perkataan oknum polisi itu.
Mendengar perkataan itu, Zulpan pun merasa emosi. Dia kembali menjawab bahwa dirinya sedang membawa pasien. Tiba-tiba, oknum polisi itu mendatangi mobil ambulans, hendak mengambil kunci. Namun, Zulpan menolak, lalu keluar dari mobil ambulans. Keduanya pun terlibat baku hantam.
“Kunci saya mau diambil, enggak saya kasih karena saya bawa pasien,” kata Zulpan.
Sementara pascakejadian itu, Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Syaripuddin Siagian langsung melihat kondisi pasien yang dibawa ambulans di Rumah Sakit Sri Pamela. Dia juga mengatakan perkelahian antara sopir ambulans dan salah satu oknum polisi di jalan terjadi karena salah paham. Keduanya sudah bertemu dan berdamai.
”Jadi ada kesahpahaman antara sopir dengan petugas kami. Mungkin karena suasana panas tadi dan macet, jadi mungkin timbul emosi sehingga terjadi kesalahpahaman. Tapi keduanya sudah bersalaman, masalah diselesaikan dengan cara kekeluargaan,” kata Syaripuddin Siagian.
Editor: Maria Christina