Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri menyebutkan, pembangunan jalur rel laying tersebut dibiayai dana APBN/SBSN dengan pelaksanaan proyek tahun anggaran 2015-2019 sebesar Rp2,86 triliun.
Selain pembangunan jalur rel layang, juga dilakukan modernisasi Stasiun Medan, Pulau Brayan dan pemasangan peralatan pendukung pelayanan di Stasiun Medan. Selain itu juga pembangunan jalur ganda sepanjang 22 km, serta pembangunan Stasiun KA Aras Kabu, Batangkuis dan Bandar Khalipah.
Dia mengungkapkan, jalur rel layang itu mengurangi waktu tempuh menjadi 28 menit dari sebelumnya 30-40 menit sebelumnya. Selain itu, jumlah perjalanan kereta api bertambah dari 42 menjadi 50 keberangkatan per hari.
Sejak pertama kali dioperasikan pada 1 Desember 2019, jumlah penumpang naik sekitar 10 persen. Pada Desember, jumlah penumpang mencapai 50.630 dari sebelumnya 48.719 di November 2019.
Editor: Donald Karouw