Temui Massa Gerakan #SaveBabi, DPRD Sumut Tegaskan Tidak Ada Pemusnahan
Terkait dengan isolasi daging babi yang saat ini diterapkan, Victor menjelaskan langkah ini diambil untuk menjaga agar virus tersebut tidak menyebar.
Sebagai langkah awal, dia meminta masyarakat untuk melakukan swakelola secara mandiri terlebih dahulu. "Artinya biarlah babi itu ada di kabupaten tersebut dan jangan ke tempat lain," ujarnya.
Sementara soal virus Hog Cholera dan ASF ini, Viktor mengungkapkan jika hal harus ditangani pemerintah secara serius. DPRD suap bekerja sama untuk penanggulangan secara bersama-sama.
"Tidak bisa jika hanya pemerintah yang bekerja. Harus melibatkan masyarakat juga, karena objeknya nanti juga masyarakat," kata Victor.
Sebelumnya, 1.000-an orang dari kalangan peternak dan pedagang babi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut. Aksi massa ini mengatasnamakan Gerakan #SaveBabi yang merupakan bentuk penolakan terkait isu pemusnahan babi akibat wabah hog cholera dan African Swine Fever (ASF).
Pantauan iNews.id, dalam aksinya pendemo tampak membawa sejumlah atribut seperti ulos dan spanduk menolak rencana tersebut. Dari atas mobil komando, orator menyebutkan berulang kali jika ternak babi merupakan sumber perekonomian mereka.
Editor: Donald Karouw