Tak Dapat Bantuan Covid-19, Nenek Fauziah Ngamuk di Kantor Lurah di Medan
Selama pandemi Covid-19, dia terpaksa tidak berdagang karena khawatir tertular virus yang telah memakan banyak korban jiwa itu. Karena itu, dia berharap bisa menerima bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban ekonomi.
“Saya pedagang, tapi enggak jualan lagi. Saya kan terimbas Covid-19 juga, kok saya bisa enggak dapat. Yang jauh-jauh pun dapat. Saya yang lahir dan tinggal di sini enggak dapat,” katanya.
Meski Nenek Fauziah mengamuk, pihak petugas kelurahan tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka beralasan lurah tidak berada di tempat sehingga tidak bisa memberikan penjelasan kepadanya.
Tidak hanya Nenek Fauziah, warga prasejahtera lainnya di Jalan Ampera juga ikut mendatangi Kantor Lurah Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur. Mereka pun belum pernah mendapat bantuan bagi warga terdampak pandemi Covid-19 meskipun kartu keluarga sudah diminta kepala lingkungan saat pendataan penerima bantuan.
“Saya juga enggak dapat dari yang bantuan pertama. Padahal rumah dekat juga dari sini. Yang jauh-jauh malah dapat, entah kek mana itu pembagiannya,” kata warga, Reza.
Sementara itu sejumlah warga Jalan Ampera lainnya satu per satu tampak mendatangi kantor lurah untuk mendapatkan bantuan sosial. Mereka menerima bantun berupa beras 20 kilogram dan gula pasir 2 kilogram dari pihak kelurahan setempat.
Editor: Maria Christina