Sumut Jadi Provinsi Terbaik Kendalikan Inflasi, Edi Rahmayadi Bongkar Rahasia
Inflasi Sumut pada November tercatat sebesar 5,03 persen (yoy) dengan deflasi 0,13, sedangkan untuk tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) 4,55 persen. Harga pangan dinilai paling berpengaruh pada inflasi Sumut dan harga yang sangat fluktuatif.
"Ada 11 komoditas punya andil pada inflasi kita, tetapi yang paling signifikan cabai merah 44,24 persen, bawang merah 24,34 persen, dan cabai rawit 31,2 persen karena itu perlu dipantau setiap hari," kata Edy Rahmayadi.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memuji langkah Edy Rahmayadi mengendalikan inflasi. Ada 10 Provinsi yang dinilai berhasil menjaga tingkat inflasi (yoy) nya antara lain Gorontalo (5,41 persen), Sulbar (5,36 persen), Banten (5,34 persen), Kepri (5,26 persen), Kaltara (5,24 persen), Sumut (5,03 persen), Papua Barat (4,70 persen), Sulut (4,30 persen), DKI (4,11 persen) dan Maluku Utara (3,26%). Sumut salah satu yang terbaik dengan jumlah populasi dan banyaknya kabupaten/kota.
"Sangat bagus apa yang dilakukan Pak Edy di Sumut, ada 33 kabupaten/kota dan itu sangat tidak mudah, mudah-mudahan bisa menjadi masukan untuk daerah lain," kata Tito.
Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional RI Arief Prasetyo. Dia menuturkan, bahan pangan yang sulit dipenuhi hampir seluruh wilayah Indonesia yakni gula pasir dan bawang putih. Dia pun menyerankan Sumut mempererat kerja sama dengan Bulog agar inflasi bisa terus ditekan.
"Sangat baik apa yang dilakukan Pak Edy di Sumut, kalau gula pasir dan bawang putih mayoritas daerah kita memang impor, untuk menjaga inflasi Sumut bisa koordinasikan dengan Bulog kita," kata Arief Prasetyo.
Editor: Nani Suherni