Situasi Politik Kian Memanas, Rektor Perguruan Tinggi Se-Sumut Serukan 4 Hal Ini
MEDAN, iNews.id – Menjelang penetapan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei 2019 nanti, situasi politik di Indonesia kian memanas. Menyikapi hal itu, rektor dari sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan empat pernyataan sikapnya agar kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tetap terpelihara.
Pernyataan sikap ini disampaikan bersama di Gedung Biro Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (16/5/2019), antara lain Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu, Rektor Unimed Syawal Gultom, dan Rektor Universitas Al Washliyah Hardi Mulyono.
Kemudian, Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas Medan Frietz R Tambunan, Rektor Universitas HKBP Nommensen (UHN) Haposan Siallagan, dan para rektor dari PTN dan PTS lainnya. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut Dian Armanto juga hadir.
Adapun empat pernyataan sikap tersebut, pertama, mengimbau kepada seluruh insan sivitas akademika, seluruh selemen masyarakat dan para elite politik untuk memberikan kesempatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melaksanakan tugas dan fungsinya. Hal ini sebagaimana diatur dalam perundang-undangan hingga pengumuman resmi hasil Pemilu 2019 nanti.
Kedua, mengimbau kepada penyelenggara Pemilu, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) agar menjalankan tugas dan fungsinya berdasarkan pada asas-asar mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif dan efisien serta amanah.