Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Respons Cepat! Bobby Nasution Turun Tangan soal Bantuan Bencana di Tapteng
Advertisement . Scroll to see content

Setop Polemik Babi, Pemprov Sumut Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan Cari Solusi

Kamis, 13 Februari 2020 - 19:08:00 WIB
Setop Polemik Babi, Pemprov Sumut Ajak Masyarakat Bergandengan Tangan Cari Solusi
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberi keterangan pers (Foto: Humas Pemprov Sumut)
Advertisement . Scroll to see content

"Atas kejadian ini kami menyurati Kementerian Pertanian dan Kesehatan. Dan mereka tindaklanjuti pada 4 November 2019 dengan datang ke Sumut membicarakan hal ini," katanya.

Langkah awal sebelum Kementerian datang, Pemprov Sumut telah mengeluarkan kebijakan melarang masyarakat membuang bangkai babi ke sembarang tempat. Melarang babi terserang penyakit ke luar dari tempat peliharaan karena dapat membawa wabah serta membentuk tim untuk membantu masyarakat yang ternaknya mati.

"Saat itu, saya belum tahu apa-apa penyebab itu semua," ucapnya.

Kemudian Komisi IV DPR datang dan membahas permasalahan ini hingga diketahui penyebab kematian babi akibat virus ASF. Virus ini pertama kali ditemukan mewabah di Negara Taiwan. Sampai saat ini, vaksin untuk virus ASF belum ditemukan.

"Nah di sana dibahas dilakukan pemusnahan babi yang terjangkit virus. Namun diambil kesimpulan tidak bisa dimusnahkan karena virus ini tidak menjangkit hewan yang lain ataupun manusia," kata Edy.

Menjawab tuntutan masyarakat, pemerintah diminta untuk mengganti kerugian ternak babi yang mati. Hal ini juga telah dipikirkan Pemprov Sumut, namun tidak bisa dilakukan karena melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut