Profil Arman Depari, Jenderal Berambut Gondrong asal Karo Jadi Komisaris Pelindo I
Setelah itu Arman pulang kampung dan menjabat berbagai posisi strategis di lingkungan Polda Sumut. Mulai dari Kasatserse Polda Sumut, Kapolres Langkat, Wadirreskrim Polda Sumut dan Kadensus 88 Polda Sumut.
Arman kemudian ditarik untuk bertugas di Bareskrim Mabes Polri sebagai Kanit Kejahatan Terorganisir Dit/IV Narkoba Bareskrim Polri. Hingga pada tahun 2006, dia diangkat menjadi Direktur Narkoba Polda Metro Jaya.
Sejumlah prestasi mentereng berhasil diraih Arman selama tiga tahun menjabat sebagai Direktur Narkoba Polda Metro Jaya. Dian mengungkap berbagai kasus perdagangan gelap narkoba dengan barang bukti besar.
Prestasi ini menghantarkan Arman menjadi Dir IV Narkoba Mabes Polri pada tahun 2009. Tak berhenti di situ, pada 2010 Arman akhirnya menjadi jenderal polisi setelah ditunjuk menjadi Direktorat Tipid Narkoba Mabes Polri. Dia kembali mengungkap berbagai kasus besar narkotika di Indonesia.
Selanjutnya dia ditunjuk menjadi Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) dan diangkat menjadi Direktur Pemberantasan BNN dan menyandang bintang dua.
Di masa akhir karier kepolisian, Arman kembali diberikan tugas penting. Namun kali ini bukan di bidang reserse ataupun narkoba. Namun untuk bertugas sebagai salah satu komisaris PT Pelindo I untuk memastikan pelayanan di pelabuhan dan distribusi logistik dapat berjalan dengan lancar.
Berita lain dapat dibaca di Sindonews.com: Jelang Ramadhan, Seluruh Polda Bentuk Satgas Khusus Atasi Begal dan Aksi Premanisme
Editor: Donald Karouw