LANGKAT, iNews.id – Kematian balita dua tahun, MIR, akibat disiksa ayah tirinya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), menimbulkan tanda tanya mengenai sikap ibu kandungnya, Sri Astuti (28). Dari hasil pemeriksaan polisi, Sri mengakui selama ini dia mengetahui suaminya Riki Ramadhan Sitepu (30), kerap menganiaya anaknya. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Pengakuan Sri, aksi kekerasan itu bahkan sudah terjadi sejak awal dirinya menikah dengan Riki. Suaminya yang bekerja sebagai pengumpul tandan buah kelapa sawit (TBS), kerap mencubit dan menjewer MIR. Bahkan, suaminya pernah menjemur bocah itu hingga lemas di luar rumah mereka di Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.
Balita Tewas Disiksa Ayah Tirinya, Polisi Tetapkan Ibu Kandung Korban Tersangka
“Paginya dia (MIR) jemur, gitu aja disuruh duduk, cuma ga pakai pakaian apa pun. Dijemur sampai lewat tengah hari, habis itu udah kayak lemas gitu dia. Dia sempat juga buang air di situ,” kata Sri Astuti kepada polisi di Mapolres Langkat, Sabtu (7/9/2019).
Namun, kekerasan terparah dilakukan Riki kepada MIR yang membuat bocah itu tewas, pada Selasa, 27 Agustus 2019 lalu. Riki baru pulang ke rumah setelah bekerja di kebun sawit. Dia emosi mendapati rumah dalam kondisi berantakan dan melampiaskan kemarahannya kepada MIR.
Kekejaman Ayah Siksa Anak Tiri, Dipukuli, Disundut Rokok dan Digantung di Karung
“Ditengoknya (suami), dibukanya pintu gubuk, pakaian sudah berserakan. Anak itu sudah buang air di situ,” ujarnya.