Pembunuhan Sadis di Dairi karena Dendam Kesumat Persoalan Tanah
Kapolsek Parongil AKP Sayuti bersama anggota kemudian langsung menuju lokasi. Jarak tempuhnya sekitar 45 menit menuju TKP. Saat di TKP, kapolsek melihat pelaku ternyata sudah membawa kepala korban ke tempat sampah di rumahnya. Kapolsek kemudian berusaha untuk membujuk dan si pelaku akhirnya membuang parang panjangnya.
Namun, ternyata pelaku masih memiliki senjata tajam berupa belati. Dia lalu menusuk dada kapolsek. Masyarakat yang melihat aksinya menjadi marah dan menghakimi pelaku hingga tewas.
“Menurut kapolsek, dia tidak menduga korban dipenggal lehernya dan dia juga tidak menyangka ada senjata tajam lagi dalam bentuk belati yang masih dipegang di tangan, disembunyikan oleh pelaku. Andai kapolsek tahu, kemungkinan besar dia akan melakukan tindakan tegas,” paparnya.
Kapolda mengatakan, saat ini kondisi Kapolsek Parongil sudah membaik setelah dioperasi di Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan. “Tadi pagi saya tengok sudah bisa cerita. Namun saya bilang istirahat dulu. Dari keterangan dokter, kapolsek dalam kondisi baik dan alhamdulillah tidak mengenai jantungnya,” paparnya.
Sementara itu, jasad korban Rimson Sitorus sudah disemayamkan di rumah duka, Dusun Lae Sulpi, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-Pungga. Kamis siang, suasana duka menyelimuti rumah korban. Keluarga korban tak tak bisa menahan tangis. Sejumlah kerabat dan saudara memadati kediaman korban.
Editor: Maria Christina