Menembus Dusun Terisolasi di Tapsel, Kuda Jadi Andalan Warga Angkut Hasil Pertanian
Rinto berharap program TMMD ini dilanjutkan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. "Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melanjutkan pembangunan jalan ini agar perekonomian masyarakat dapat meningkat," kata Rinto.
Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah kuda di daerah ini berkurang drastis. Tiurma Simbolon, salah seorang petani harus menempuh perjalanan sepanjang 10 km untuk dapat memasarkan hasil pertaniannya ke pasar tradisional.
Warga bahkan tak punya pilihan, terpaksa membiarkan hasil perkebunan mereka membusuk atau dibeli tengkulak dengan harga yang sangat murah. "Saya dari bawah hingga ke atas ini jalan kaki, namanya gak ada kendaraan," ucap Tiurma Simbolon.
Melihat kondisi dua daerah terisolir tersebut, Kodim 0212/TS bertekad membuka akses jalan ke dusun yang terisolir tersebut melalui program TMMD. Medan berat menuju lokasi tak menyurutkan semangat para prajurit TNI dari Kodim 0212 Tapanuli Selatan membawa berbagai perlengkapan selama berada di dusun terisolir ini.
Komandan Kodim 0212/TS, Letkol Inf Rooy Chandra Sihombing yang memantau langsung pembukaan akses jalan terisolir tersebut mengaku bangga dengan prajuritnya.
"Melalui Program TMMD ke-111, Kodim 0212 Tapanuli Selatan telah berhasil membuka jalan sepanjang tiga kilometer dari target delapan kilometer yang harus ditembus selama pelaksanaan program TMMD sebulan penuh. Seluruh prajurit TNI diminta bekerja secara maksimal, meskipun menghadapi medan yang cukup berat," kata Rooy Chandra Sihombing.
Pembukaan akses jalan yang dirintis TNI melalui program TMMD ke-111 ini dapat dilanjutkan pemerintah daerah setempat, agar akses jalan benar-benar dapat mengangkat kesejahteraan warga melalui pemasaran hasil bumi yang mudah dan menguntungkan.
Editor: InewsTv Henri Sianturi