Longsor di Areal Proyek PLTA Batangtoru, Operator Ekskavator Hilang
Sesuai arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), upaya pencarian dan evakuasi akan diteruskan jika cuaca sudah memungkinkan. Pasalnya, kondisi medan yang berat, tidak ada penerangan dan arus sungai yang deras, serta hujan yang turun cukup deras.
"Sekitar pukul 16.40 kami langsung melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah yang diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan sampai saat ini upaya pencarian korban tetap dilanjutkan," kata Firman.
Saat ini, kata Firman, pencarian masih terus dilakukan. Pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri atas BPBD Kabupaten Tapsel, TNI, Brimob, Polres Tapsel, Pengamanan Internal PLTA serta relawan dan masyarakat.
"Ada tim yang beranggotakan lebih dari 52 orang dari beragam unsur yang melakukan pencarian. Kami mohon doanya agar korban segera ditemukan," ujarnya.
Firman lebih lanjut menyatakan, sambil menunggu laporan dari tim pencari, pihaknya selaku tim teknis akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait yang berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut penyebab kecelakaan tersebut. Kecelakaan seperti ini baru pertama kali terjadi selama proses pembangunan proyek PLTA Batangtoru.
"Tentunya kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan atas hasil penyelidikan itu nantinya. Kami menyampaikan rasa duka kami kepada keluarga korban dan berharap dapat bersabar menunggu hasil pencarian. Kami pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan atas kecelakaan ini," katanya.
Editor: Maria Christina