Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Bea Cukai Kubur 9,3 Ton Mangga Ilegal di Asahan, malah Digali dan Dijarah Warga
Advertisement . Scroll to see content

Lebih dari 14 Ton Mangga Ilegal asal Thailand Dimusnahkan di Asahan

Kamis, 26 Juni 2025 - 21:08:00 WIB
Lebih dari 14 Ton Mangga Ilegal asal Thailand Dimusnahkan di Asahan
Tim gabungan yang terdiri dari Balai Karantina, Bea Cukai dan personel TNI memusnahkan 14,6 ton mangga ilegal asal Thailand di Kabupaten Asahan, Sumut. (Foto: Bobi Pakpahan).
Advertisement . Scroll to see content

MEDAN, iNews.id – Tim gabungan yang terdiri dari Balai Karantina, Bea Cukai dan personel TNI memusnahkan 14,6 ton mangga ilegal asal Thailand di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Pemusnahan dilakukan pada Kamis (25/6/2025). 

Buah-buahan tersebut diduga masuk tanpa dokumen karantina resmi dan berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang dapat mengancam ekosistem pertanian di Indonesia.

Aksi pemusnahan dilakukan setelah kapal pengangkut mangga tersebut dicegat di perairan Siapi-api. Pemeriksaan dokumen menunjukkan bahwa komoditas pertanian ini tidak dilengkapi izin resmi, sehingga dinilai melanggar ketentuan impor.

Tim gabungan kemudian memusnahkan mangga-mangga itu dengan cara dibakar dan dikubur di lokasi yang telah disiapkan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran organisme berbahaya yang bisa merusak tanaman masyarakat.

“Langkah pemusnahan ini menjadi bukti komitmen pemerintah melindungi pertanian nasional dari ancaman OPTK berbahaya,” ujar Kepala Bidang P2 Kanwil Bea Cukai Sumut, I Putu Agus Arjaya,.

Pihak karantina juga mengingatkan para importir untuk selalu memenuhi persyaratan dokumen resmi dalam setiap kegiatan impor komoditas pertanian.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut