Layanan Drive Thru Rapid Test Antigen di Lapangan Merdeka Akan Dibuka Kembali
Fauzi mengatakan pihaknya menyerahkan penanganan limbah tersebut ke pihak ketiga karena masuk ke golongan B3 atau limbah berbahaya.
"Tapi memang kita tidak bisa menyentuh limbah tersebut karena tidak bisa dipegang atau dibawa sembarangan, itu limbah B3, berbahaya apalagi itu Covid-19. Kami pisahkan mana yang positif dan negatif itu ke dalam strip plastik, baru dimasukkan ke dalam itu kemudian diserahkan ke pihak ketiga pengelola limbah, kami tidak bisa campuri itu," ucapnya.
Tak hanya itu, Fauzi juga mengapresiasi dukungan Gubernur Sumut Edy Rahmayadu sebagai Ketua Satgas Covid-19 Sumut yang mendukung mereka dalam mewujudkan layanan rapid test antigen secara drive thru.
"Kami mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada bapak Gubsu sebagai ketua Satgas Penanganan Covid Sumut yang membantu dan meminta kami di lapangan melakukan tracing pemisahan pasien Covid-19 dan bukan Covid-19 melalui pemeriksaan rapid test aman drive thru," ujarnya.
Langkah Wali Kota Medan Bobby Nasution juga diapresiasi oleh PT SSK. Pemko Medan terlibat untuk mendorong proses layanan rapid test secara drive thru ini bisa dibuka kembali.
"Apresiasi yang luar biasa atas turun tangannya Wali Kota Medan dan Wakil Wali Kota Medan agar proses pembukaan pemeriksaan drive thru rapid test bisa segera dilakukan dan sesuai aturan yang berlaku. Bahkan bapak Wali Kota ingin zona merah Medan atas Covid-19 bisa segera berakhir dengan melakukan tracing di lapangan seperti yang kami lakukan," ucapnya.