Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Kamis 19 Maret 2026, Lengkap Doa Sahur
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Hijrah Tengku Zulkarnain, Buang Gitar Kesayangan ke Sungai dan Berhenti Bermusik demi Dakwah

Selasa, 11 Mei 2021 - 16:17:00 WIB
Kisah Hijrah Tengku Zulkarnain, Buang Gitar Kesayangan ke Sungai dan Berhenti Bermusik demi Dakwah
Ustaz Tengku Zulkarnain saat menceritakan kisah hijrahnya dari seorang yang cinta bermain musik menjadi seorang pendakwah. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, suatu hari dia mendapat hidayah yang dia yakini memang takdir Allah. Seorang jemaah tabligh dari Pakistan datang ke Medan tahun 1988 setelah berjalan kaki setahun. Saat itu, Tengku Zulkarnain sudah menjadi dosen linguistik di Universitas Sumatra Utara (USU). Dia pun menjadi penerjemah bagi jemaat tersebut

"Di dalam kelas saya memakai bahasa Inggris, saya diminta untuk menerjemahkan jemaah ini ceramah, saya jadi penerjemahnya. Waktu menerjemahkan itulah saya mengeluarkan air mata," katanya.

Dia mengingat, setelah Jumatan di masjid di UISU menjelang Maghrib, jemaah tabligh itu mengajak mahasiswa yang sedang bermain bola pingpong untuk bersama-sama salat Maghrib.

"Dia bilang, saudaraku, kita diikat dengan kalimat laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Kita bersaudara, kami dari Pakistan datang kemari untuk dakwah agama. Sebentar lagi Maghrib, mari kita berwudu. Kita duduk mendengarkan azan maghrib. Kemudian salat Maghrib nanti akan ada pembicaraan tentang pentingnya iman dan amal saleh," katanya menerjemahkan ajakan warga Palestina itu.

"Saya terjemahkan itu sambil bercucuran air mata, apa yang terjadi di hati saya waktu itu. Kenapa ngajak orang salat aja mesti dari Pakistan jauh-jauh, ini mahasiswa saya, mestinya kan saya perintahkan mereka menjalankan solat, kenapa mesti jauh-jauh dari Pakistan? Saat itu saya pulang, saya menangis di rumah, saya bilang, saya mesti ikut dakwah ini, maka saya gunakanlah diri saya untuk dakwah dengan harta, bayar sendiri, makan, bayar sendiri," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut