Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pabrik Emas di Sidoarjo Disita Bareskrim terkait Tambang Ilegal
Advertisement . Scroll to see content

Jejak Kerajaan Panai di Tanah Sumatra, Kaya Akan Emas dan Hasil Alam

Selasa, 28 Mei 2024 - 06:22:00 WIB
Jejak Kerajaan Panai di Tanah Sumatra, Kaya Akan Emas dan Hasil Alam
Salah satu candi yang diduga peninggalan Kerajaan Panai di Padanglawas. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Keberadaan kerajaan ini pertama kali diketahui melalui Prasasti Tanjore, yang berbahasa Tamil dan bertarikh tahun 1025 dan 1030 Saka yang dibuat Raja Rajendracola I di India Selatan. Dalam candi itu disebutkan tentang penyerangannya ke Sriwijaya. Prasasti ini juga menyebutkan Kerajaan Panai dengan kolam airnya merupakan salah satu taklukan Rajendracola I dari Colamandala India. 

Selain Panai, penyerbuan Cola ini juga disebutkan telah menaklukkan Malaiyur, Ilangasogam, Madamalingam, Ilamuridesam, dan Kadaram. Disebutkannya Kerajaan Panai sebagai salah satu negeri taklukan dalam penyerbuan ke Sriwijaya ini menimbulkan dugaan bahwa Kerajaan Panai adalah salah satu negeri anggota mandala Sriwijaya.

Tiga abad kemudian nama kerajaan ini kembali disebutkan dalam kitab Nagarakretagama, naskah kuno Kerajaan Majapahit tulisan Mpu Prapanca berangka tahun 1365 Saka. Dalam pupuh ke-13 disebutkan Pane sebagai bagian dari negeri-negeri di Sumatera yang di bawah pengaruh mandala Majapahit.

Lalu, ketika Dharmasraya berada di bawah kekuasaan Majapahit, Panai pun secara otomatis menjadi bagian dari kekuasaan Majapahit. Meskipun kurang dikenal, kerajaan Buddha beraliran Tantrayana ini meninggalkan sejumlah candi Buddha yang tersebar di kawasan Percandian Padanglawas. Jumlah candi yang ditinggalkan Kerajaan Panai kurang lebih 16 bangunan yang salah satunya adalah Candi Bahal.

Beberapa pakar arkeolog menyebut dugaan kekayaan alam Kerajaan Panai yang memungkinkan membangun 16 bangunan candi tersebut. Kemungkinan ini disangkutkan dengan pembiayaan candi dan topografi kerajaan, yang memungkinkan wilayahnya lebih subur dibandingkan saat ini.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut