Harga Masker di Medan Naik 1.000 Persen, KPPU Kanwil I Sidak Gudang Distributor
Karena itu, KPPU melihat hal ini agar jangan sampai pabrikan atau distributor menahan pasokan untuk mendapat keuntungan berlebih yang berdampak meresahkan masyarakat.
"Saran saya kepada pemerintah, pangan kan ada operasi pasar. Kalau bisa ada operasi pasar untuk masker buat masyarakat. Karena ini kebutuhan masyarakat. Supaya harga masker lebih murah," ucapnya.
Sementara Direktur PT Dimas Andalas Makmur Meliana Manurung menjelaskan, stok masker di gudang mereka masih ada. Mereka juga masih melayani permintaan dari rumah sakit dan masyarakat. Namun dia tidak menampik jika ada penurunan pasokan dari pabrik.
"Ada penurunan dibanding yang sebelumnya. Tapi kami pastikan pabrik masih kontinu memasok ke kami. Semenjak ada virus korona memang ada penurunan pasokan sampai 50 persen," kata Meliana.
Menurutnya, sejauh ini permintaan masker dari rumah sakit masih normal. Peningkatan permintaan terjadi pada masyarakat.
"Kami tidak pernah menimbun stok. Kami tetap supply seperti biasa. Harganya naik. Kalau dulu-dulu itu Rp35.000 sekarang Rp125.000. Kami melayani untuk wilayah Sumut dan Aceh," ujarnya.
Editor: Donald Karouw