MEDAN, iNews.id – Kenyataan pahit harus diterima Sofian, seorang pria asal Langkat, Sumatera Utara. Dia kehilangan istrinya Fitri dan anak perempuan bernama Sifah dalam peristiwa kebakaran pada bangunan rumah yang dijadikan pabrik perakitan korek api gas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Samberejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Jumat (21/6/2019) pukul 12.15 WIB.
Sofian mengatakan, awal kabar mengejutkan itu dia dapat dari panggilan telpon seorang rekannya. Isi pembicaraan itu menanyakan keberadaan istri dan anaknya.
Nama-nama 30 Korban Tewas Kebakaran Pabrik Korek Api Gas di Binjai Langkat
“Kawan saya telpon dan bilang, orang rumah mu sudah pulang? Saya jawab pulang ke mana, kalau siang memang gak pernah pulang. Lalu dia bilang tuh pabriknya kebakaran,” ujar Sofian di RS Bhayangkara Polda Sumut, Jumat (21/6/2019).
Mendengar hal itu, Sofian mengaku bergegas ke lokasi tempat kerja istrinya. Begitu tiba, kobaran api masih menyala besar melalap bangunan bercat putih kehijauan.
Ini Kronologi Kebakaran Pabrik Korek Api Gas di Langkat yang Tewaskan 30 Orang
“Saya langsung nekat mencoba masuk dan melihat dari jendela. Sudah habis semua, semua (jenazah) tertumpuk. Lemes saya. Saya sudah gak bisa apa-apa,” ucapnya.