“Saya langsung diseret ke lantai 2, sementara paket diambil pelaku. Lakban di kaki saya dilepas. Di atas, saya mau dipukul pakai besi karena melawan. Saya dimasukkan ke kamar mandi dan salah satu dari mereka hendak memerkosa saya. Tapi, kawannya langsung nyuruh dia ke bawah,” kata DS.
Pria tersebut sempat membuka lakban di matanya, sebelum turun mendatangi temannya. DS ditinggalkan di kamar mandi. Dia lalu mendengar suara sepeda motornya dihidupkan.
DS pun nekat berlari ke bawah berharap ada yang menghadang para pelaku. Kondisinya masih dengan tangan terikat lakban, sementara lakban di kaki sebelumnya sudah dilepas pelaku saat menyeretnya ke atas.
“Lalu saya ditolong karyawan dekat rumah dan membuka lakban yang mengikat tangan saya. Satpam yang jaga di situ pas kebetulan baru masuk dan dia nggak tahu harus berbuat apa. Ngejar pun sekadar lewat kompleks, nggak sampe ke jalan,” kata DS.
Setelah DS kembali ke rumah, dia memeriksa barang-barang yang hilang. Selain kehilangan sepeda motor Honda Scoopy, ketiga pelaku membawa kabur ponsel, laptop, dan STNK-nya. DS kemudian membuat laporan ke Polsek Medan Sunggal saat itu juga dengan nomor laporan STTLP/1880/ K/XI/2019/SPKT.