Bobby Nasution Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Sumut
Sebab itu, upaya pembersihan material longsor terus dilakukan untuk membuka jalur logistik dan komunikasi di beberapa wilayah terdampak. Pembukaan akses jalan menjadi kunci agar bantuan kebutuhan dasar dan layanan medis dapat menjangkau warga. Langkah ini dikerjakan secara paralel dengan evakuasi korban dan pencarian warga yang dilaporkan terdampak.
Bobby mengungkapkan, Pemprov Sumut telah berkoordinasi dengan TNI untuk opsi memasuki wilayah yang masih terisolasi melalui udara. Dua helikopter disiagakan untuk mendukung pengiriman bantuan dan kemungkinan evakuasi dari udara. Skema ini dipersiapkan untuk mengantisipasi jika pembukaan akses darat memerlukan waktu lebih panjang.
Selain itu, Bobby juga menegaskan bahwa status darurat bencana Sumut sudah resmi ditetapkan. Pemprov melakukan pendampingan intensif ke kabupaten/kota terdampak dan mengaktifkan Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor. Pemerintah daerah juga mendirikan pos pengungsian dan pos lapangan, serta menggalang bantuan dari BUMN, BUMD dan berbagai stakeholder terkait.
Berdasarkan data terkini, sedikitnya 10 kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor di Sumut. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Langkat, Padang Sidimpuan dan Nias Selatan.
Dilaporkan total 30 jiwa meninggal dunia akibat bencana yang melanda Sumut. Sekitar 4.035 warga tercatat mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan tempat tinggal sementara. Data ini akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.