Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak
Advertisement . Scroll to see content

Baru Bebas, 2 Residivis di Pematangsiantar Nyaris Tewas Dimassa usai Jambret HP

Senin, 13 April 2020 - 20:38:00 WIB
Baru Bebas, 2 Residivis di Pematangsiantar Nyaris Tewas Dimassa usai Jambret HP
Polisi mengamankan kedua residivis yang babak belur dikeroyok warga usai menjambret ponsel pengendara motor di Kota Pematangsiantar, Sumut, Senin (13/4/2020). (Foto: iNews/Dharma Setiawan)
Advertisement . Scroll to see content

PEMATANGSIANTAR, iNews.id – Baru sepekan menghirup udara bebas pascamendapat asimilasi terkait wabah virus corona, dua residivis kembali bikin ulah di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut). Keduanya pun nyaris tewas dikeroyok warga setelah menjambret handphone (ponsel) milik pengendara motor, Senin (13/4/2020).

Kedua residivis diketahui bernama Anju Pardede dan Jaya Siahaan. Dua laki-laki ini langsung menjadi bulan-bulanan warga setelah beraksi di Jalan Teratai, Kota Pematangsiantar. Teriakan korban membuat warga langsung menangkap kedua penjambret. Warga yang emosi mengeroyok keduanya hingga babak belur.

Menurut keterangan warga Jalan Teratai, kedua pelaku beraksi dengan mengendarai sepeda motor. Keduanya diduga telah mengincar seorang pengendara sepeda motor dan langsung menjambret ponsel korban. Korban yang mengetahui ponselnya dijambret seketika berteriak kencang dan mengundang perhatian warga.

Sementara kedua penjambret langsung kabur meninggalkan korban. Sialnya, motor yang dikendarai kedua pelaku sempat terjatuh saat di persimpangan Jalan Teratai. Warga yang mengetahui kedua penjambret langsung mengerumuni keduanya dan menghajar mereka hingga babak belur.

Aksi massa dapat diredam setelah polisi yang kebetulan melintas di lokasi mengamankan para pelaku. Belakangan diketahui, kedua pelaku residivis yang baru sepekan dibebaskan dari penjara. Saat kedua pelaku dibawa ke dalam mobil seorang anggota polisi, warga masih tetap memukuli mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut