492 Personel Polda Sumut Dikerahkan Bantu Korban Banjir-Longsor hingga Cari Orang Hilang
Tugas utama personel di lapangan meliputi evakuasi warga dari lokasi rawan dan pencarian korban yang belum ditemukan. Selain itu, polisi juga melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di jalur yang tertutup material longsor. Penanganan TPTKP bencana alam dan pembersihan material untuk membuka kembali akses jalan turut menjadi prioritas.
Di Kabupaten Tapanuli Selatan, yang mencatat 20 kejadian bencana dengan total 49 korban terdampak, tim gabungan masih fokus mencari satu warga yang dinyatakan hilang. Sementara di Kota Sibolga, yang mencatat 12 korban jiwa, tim SAR gabungan terus menyisir area longsor. Kondisi lereng dinilai masih labil dan berpotensi longsor susulan saat hujan turun.
Rangkaian bencana ini dipicu curah hujan tinggi yang terjadi hampir tanpa jeda selama beberapa hari terakhir. Di sejumlah titik banjir, ketinggian air masih mencapai sekitar 1 meter. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terpantau di beberapa wilayah Sumut.
Laporan Polda Sumut juga menyebut adanya potensi longsor susulan di daerah perbukitan seperti Tapanuli Utara, Humbahas, Pakpak Bharat dan Mandailing Natal. Warga di kawasan lereng dan bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan lapangan dilakukan secara berkala oleh petugas.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan seluruh jajaran telah bergerak sejak awal kejadian. “Sejak hari pertama, seluruh jajaran Polda Sumut langsung turun ke lapangan. Fokus kami adalah menyelamatkan warga, melakukan evakuasi, dan membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Polri hadir sepenuh hati untuk masyarakat,” ujarnya.