Sementara Dedi Harfisahari, kordinator aksi yang menolak makam terduga teroris tegas dengan sikapnya jika tak terima pelaku bom dikubur di Kota Medan.
“Ini efek moral agar tidak terjadi lagi. Pelaku bom tidak layak dikuburkan di Medan,” ujarnya.
Menurutnya, akibat pemikiran radikal hingga terjadinya aksi bom bunuh diri telah sangat menganggu situasi kamtibmas di Kota Medan. Dampaknya dirasakan masyarakat, pun dengan driver ojek online.
“Kami sebagai warga Medan berhak menolak jenazah pelaku bom dikuburkan. Ini akan jadi perseden buruk. Kekhawatiran kami, jika pelaku-pelaku ini diterima begitu saja, maka radikalisme akan terus tumbuh. Masyakarat yang bisa menerimanya ini sudah dicuci otaknya,” kata Dedi.
Dalam aksinya, aliansi ini mengeluarkan tujuh poin pernyataan sikap yang intinya menolak dikebumikannya pelaku bom bunuh diri di Kota Medan. Mereka juga mengutuk dan mengecam keras tindakan radikal tersebut.
Editor: Donald Karouw