WHO Keluarkan Pedoman Pengobatan Covid-19 Terbaru, Ini Rekomendasinya
Dalam pedoman pengobatan WHO edisi sebelumnya ada beberapa rekomendasi yang sudah dikeluarkan. Misalnya, untuk pasien yang berat atau kiritis maka ada rekomendasi kuat (strong recommendation) untuk pemberian kortikosteroid sistemik, juga untuk penggunaan IL-6 receptor blockers yaitu tocilizumab sarilumab dan rekomendasi kondisional (conditional recommendation) untuk diberikan obat casirivimab-imdevimab pada mereka yang statusnya seronegatif.
Rekomendasi yang pernah juga diberikan terdahulu adalah untuk pasien Covid-19 tidak berat, yaitu rekomendasi kondisional (conditional recommendation) diberikan casirivimab-imdevimab pada mereka yang berisiko tinggi karena penyakit berat.
Lalu pada edisi pedoman pengobatan Covid-19 oleh WHO sebelum ini juga pernah dibahas tentang kasus ringan yang tidak direkomendasikan pemberian kortikosteroid sistemik dan plasma konvalesen, sementara untuk pasien berat dan kritis maka tidak direkomendasikan pemakaian plasma konvalesens kecuali dalam kerangka uji klinik.
WHO juga pernah menyatakan tidak merekomendasikan untuk Covid-19 dalam keadaan apa pun untuk memberikan remdesivir (conditional recommendation), juga rekomendasi kuat (strong recommendation) untuk tidak memberikan hydroxychloroquine dan juga lopinavir/ritonavir, serta rekomendasi tidak menggunakan ivermectin kecuali untuk dalam kerangka uji klinik.
"Pedoman pengobatan WHO, dan juga badan internasional lainnya, serta juga 5 organisasi profesi kesehatan kita di Indonesia tentu akan dapat saja terus berkembang dari waktu ke waktu, sesuai hasil penelitian terbaru dan perkembangan ilmu yang ada," tutur Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi ini.
Editor: Berli Zulkanedi