Tradisi Lebaran di Palembang, Nomor 3 Momen Menantu Unjuk Gigi
Warga diwajibkan mencicipi kue dan minuman yang disiapkan di setiap rumah yang dikunjungi. Jika tidak, pemilik rumah akan merasa tersinggung dan akan dibalas di lain waktu.

Tradisi lebaran di Palembang yang juga menarik untuk diketahui bahkan diikuti adalah takbiran keliling kamping. Biasanya anak-anak dan remaja masjid dengan membawa obor dan bendera tauhid serta bedug akan keliling kampung sambil meneriakkan takbir.
Takbiran keliling kampung ini sebagai wujud syukur dan suka cita menyambut lebaran. Awalnya, takbiran hanya keliling kampung, namun kemudian berkembang menjadi tabkiran keliling kota menggunakan mobil bak terbuka.
Idul Fitri bagi warga Palembang merupakan hari besar yang harus disambut dengan penuh kegembiraan. Semua dipersiapkan, mulai dari mengecat rumah, membeli baju baru hingga memasak kue.
Tradisi lebaran di Palembang tidak hanya menyiapkan opor, rendang, pempek dan ketupat, namun juga menjadi kebanggaan jika tersedia kue maksuba dan lapan jam. Kedua kue mahal ini menjadi simbol kemewahan sebuah rumah yang menyajikannya saat lebaran, karena memang harganya yang mahal.