Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Herman Deru: Jangan Beri Ruang untuk Narkoba di Sumsel
Advertisement . Scroll to see content

Sumsel Masuk Musim Tanam, Pusri Siapkan 11.000 Ton Pupuk Urea Bersubsidi

Minggu, 21 November 2021 - 14:10:00 WIB
Sumsel Masuk Musim Tanam, Pusri Siapkan 11.000 Ton Pupuk Urea Bersubsidi
PT Pusri siapkan 11.000 ton pupuk bersubsidi untuk petani memasuki musim tanam. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Menurutnya, untuk pupuk non subsidi harganya ditentukan oleh mekanisme pasar, khususnya pasar internasional. Artinya, harganya naik turun tergantung dari kondisi harga pasar dunia.

"Saat ini, di dunia sedang terjadi lonjakan permintaan pupuk yang dibarengi dengan turunnya pasokan atau suplai di pasar internasional. Penyebabnya, antara lain, beberapa negara penghasil pupuk seperti China dan Rusia saat ini menghentikan sementara kegiatan ekspor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya," ucapnya.

Selain itu, kata Soerjo, kondisi ini diperparah dengan adanya krisis energi yang terjadi di Eropa. Akibatnya terjadi lonjakan harga gas dunia, sehingga menyebabkan biaya produksi pupuk naik secara signifikan.

"Banyak pabrik pupuk yang menghentikan produksinya karena biaya produksi terlalu tinggi. Karena terjadi kekurangan suplai, harga pupuk di pasar internasional kembali naik, termasuk pupuk urea. Hal inilah yang memicu terjadinya kenaikan harga pupuk yang signifikan karena permintaan melebihi suplainya, khususnya pupuk jenis DAP dan KCl yang harga urea impornya saat ini mencapai Rp12,7 juta per ton," kata Soerjo.

Mengantisipasi hal tersebut diatas, Pupuk Indonesia Grup, berkomitmen untuk sedapat mungkin memberlakukan harga pupuk yang masih terjangkau dan tidak terlalu memberatkan petani dan konsumennya. Saat ini, harga yang ditetapkan oleh Pupuk Indonesia Grup sekitar 74 persen dari harga pupuk internasional.

"Pupuk Indonesia juga berkomitmen menjaga stok pupuk nasional di musim tanam ini dengan menyiapkan stok melebihi ketentuan Pemerintah," ucap Soerjo.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut