Sumsel Darurat Kekerasan Seksual, 5 Anak Diperkosa Ayah Kandung dalam 3 Bulan Terakhir
Yessy mengungkapkan, seberat apa pun hukuman yang diberikan kepada pelaku tak sebanding dengan rasa trauma yang dialami korban. Sebab, sampai kapan pun trauma itu akan membekas, dan pelaku harusnya mendapat efek jera atas perbuatan yang dilakukannya.
WCC tidak menyarankan jika suatu saat nanti pelaku harus dinikahkan dengan korban hanya karena menghindari rasa malu. Menurutnya, hal itu bukan solusi namun justru berpotensi menimbulkan masalah baru.
"Ada orang tua berpikir jika menikahkan anaknya dengan pelaku adalah jalan ke luar. Namun itu justru akan menambah trauma korban dan bisa rentan dengan persoalan lain seperti KDRT. Kita tidak menyarankan korban dipertemukan lagi dengan pelaku, apa pun alasannya," katanya.
Fenomena kasus ayah perkosa anak kandung beberapa kali terjadi di Sumsel belakangan ini. Berbagai modus dari pelaku disertai ancaman membuat korban tak berkutik, dan hanya bisa pasrah menerima perlakuan sang ayah yang seharusnya menjadi pelindung.
Menurutnya, banyak faktor yang bisa memicu pelaku berbuat amoral terhadap putrinya. "Lemahnya iman dan miskinnya akhlak membuat pelaku gelap mata. Mereka lupa bahwa itu adalah darah dagingnya sendiri. Kita harus lebih intens mengawasi dan menjaga anak-anak agar terhindar dari predator seks. Jangan pernah menghakimi korban, dan jangan mudah percaya dengan siapa pun. Sebab pelaku ini melakukan aksinya saat ada kesempatan," katanya.