Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Masalah Sosial akibat Bencana, Sumsel Siagakan Tagana dan Bantuan Pangan
Advertisement . Scroll to see content

Produktivitas Sawah di Sumsel Kalah dari Lampung, Ini Penjelasan Kadis Pertanian

Rabu, 24 Februari 2021 - 10:53:00 WIB
Produktivitas Sawah di Sumsel Kalah dari Lampung, Ini Penjelasan Kadis Pertanian
Rakerda pertanian di Sumsel. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Produksi pertanian Sumatera Selatan ternyata masih kalah dengan Lampung. Sumsel yang mendeklarasikan diri sebagai provinsi lumbung pangan, ternyata produkivitas pertanian masih di bawah enam ton gabah kering giling (GKG) per haktare.

Sementara Lampung sudah mencapai tujuh ton GKG per hektate. Saat ini Sumsel berada di peringkat kelima dalam produksi padi tertinggi, yakni sebanyak 2,69 juta ton GKG pada 2020. Adapun luas lahan berdasarkan catatan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), mencapai 470.602 hektare. Sementara Provinsi Lampung, tercatat mampu memproduksi sebanyak 2,61 juta ton GKG dengan luas lahan 361.699 hekatre.

Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura  Sumsel, R. Bambang Pramono, mengatakan produktivitas padi sangat ditentukan oleh metode penanaman petani di lapangan. “Apabila sarana sudah baik, alsintan (alat dan mesin pertanian) sudah ada, tinggal bagaimana petani melakukan pertanaman yang baik,” katanya dalam Rakerda Pertanian di Palembang, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, petani harus betul-betul menerapkan pemberian pupuk secara tepat dosis, perlindungan serangan hama, hingga penanganan panen.

Ia memaparkan sebetulnya ada beberapa daerah, yang menjadi sentra pertanian di Sumsel, yang mampu mencapai produktivitas hingga sembilan ton GKG bahkan 10 ton GKG per hektare. “Kalau kita tekan losses jadi lima persen saja maka ada potensi penambahan produksi sebanyak 40.000 ton GKG,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut