Perguruan Tinggi Islam Diminta Terapkan Digital University
Hal ini terjadi karena publik masih dalam masa transisi dan belum mencapai digital culture. Jika PJJ sudah ketemu celah dan sudah menjadi kebiasaan, bukan tidak mungkin efektifitas PJJ akan kita rasakan dan hasilnya akan luar biasa. "Teknologi itu pada dasarnya menghubungkan orang, bukan memisahkannya," katanya.
Faktanya banyak orang meraih level keilmuan tinggi dengan belajar secara otodidak baik melalui platform online maupun offline. Konsep digital university ini juga dapat menerapkan penjaminan mutu.
Terdapat delapan standar penjaminan mutu yang harus ada dan dan terpenuhi dalam platform apapun. Yaitu standar kompetensi, isi, proses, penilaian, standar lulusan, fasilitas, manajemen, dan standar pembiayaan.
Peran para dosen dan tenaga pendidikan perlu dimaksimalkan di bagian penjaminan mutu ini.
Dengan pesatnya perkembangan digital, bukan hal yang mustahil peran dosen atau guru dalam proses transfer keilmuan akan tergantikan oleh mesin. Kondisi semacam ini tentunya perlahan akan mereduksi peran dosen.
Mengingat perkembangan dunia yang begitu pesat, guru besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini meminta semua stakeholder kampus Islam bersiap menerima perubahan hingga yang paling ekstrim.
“Perubahan zaman adalah sesuatu yang tetap. Sehingga kita harus berubah dengan berinovasi melalui berpikir kreatif mencari model-model baru dalam mengajar serta model baru menghadapi mahasiswa,” kata Ramdhani.
Editor: Berli Zulkanedi